Dominasi Pria di Lol Finals

Tempat Bermain yang Tidak Rata

Final pada hari Minggu, 10 November 2019, merupakan tampilan terbaru dari arena permainan yang tidak rata di dunia e-sporting. Ini mendorong agenda orang-orang yang baru-baru ini memperjuangkan pembentukan liga e-sport khusus wanita.

Ini akan menjadi jalan bagi penyelenggara seperti Gamer Girl, yang merencanakan turnamen khusus wanita, untuk membenarkan tawaran mereka. Gamer Girl telah beroperasi sejak 2017 tetapi belum mencapai kecepatan penuh dari turnamen besar. Salah satu penyelenggara festival, Fernando Pereira, mengatakan bahwa tujuan turnamen ini adalah untuk menghadirkan para gamer yang bisa menjadi inspirasi bagi para remaja putri.

Tapi di situlah argumen untuk orang-orang yang menentang gender dalam menentukan kompetisi bermula. Pertama, model game e-sport memudahkan semua gender untuk ambil bagian, kata mereka. Tidak ada persyaratan fisik yang akan membedakan pemain pria dan wanita. Jika kedua pemain jitu, maka bidang permainannya genap dari kata pergi.

Kedua, turnamen khusus wanita akan memiliki jalan panjang untuk mengejar kompetisi yang sudah umum. Ajang Gamer-Girl di Madrid, misalnya, digelar di arena berkapasitas 70 orang. LoL terbaru di Paris, di sisi lain, dimainkan dengan 15.000 penonton yang hadir. Dalam hal ini, meski acara khusus wanita mungkin dimaksudkan untuk menginspirasi para pemain perempuan, bentuk miniatur dari kompetisi tersebut mungkin menurunkan motivasi mereka.